Ah... Masa Lalu
MALAM ini terasa ada yang asing. Dinding tembok kamar seolah kurang bersahabat, menaburkan aroma sunyi, sepi.
Jam dinding pun seolah begitu, sibuk sendiri,berlari berputar. Ah, inginku meraih jam dinding itu dan memutar waktu kembali ke masa dulu atau bahkan ke masa depan.
Aneh, malam ini sungguh terasa beda. Rindu datang bertubi-tubi, menghajar, menikam kepala dengan kenangan. Dan aku pun menemukan kepingan-kepingan masa lalu betebaran, beterbangan di setiap sudut ruangan mataku, meski aku berusaha menghindar dengan memejamkan mataku.
Aku menangkap satu per satu kepingan masa lalu dan menyusun ulang setiap waktu yang pernah kulewati; ada sedih, bahagia, gembira, tangis, dan tawa hingga membuat mata ini bergerimis dan hati berhujan.
Apakah aku harus menyerah pada kepingan kenangan yg begitu menggoda? Ah, tidak,
aku tak ingin menyerah pada kenangan.
Biarlah malam ini aku memilih diam dan menikmati secangkir kopi, menyusun kepingan masa lalu menjadi jembatan ke masa depan, sembari memutar lagu-lagu nostalgia yang dulu sering aku nyanyikan berulang-ulang.
Ah... masa lalu...

Komentar
Posting Komentar