Antara Keindahan Alam dan Jiwa


Hari Minggu pagi, handphone berbunyi. Ternyata dari teman. Dia mengajak jalan-jalan ke pantai. Kebetulan. Aku sudah lama tak mendengar teriakan burung camar. Juga riak ombak yang sedikit nakal.

Tak hanya aku. Siapapun manusianya pasti menyukai keindahan. Setiap kita menyenangi keelokan alami dunia yang menawarkan keteduhan, kenyamanan, kesejukan. Seolah menjadi ruang melepas segala penat dan membuang kejenuhan.

Pantai Alam Indah (PAI) atau pemandian air panas Guci menjadi destinasi wisata andala Kabupaten Tegal. Setiap akhir pekan seperti sekarang, dipenuhi pengunjung dari penjuru daerah.

Hembusan angin pegunungan, gemercik air terjun Guci, atau pun pesona pantai adalah bagian kecil keindahan alam yang diburu pelancong. Termasuk aku.

Jujur, sejak mengenal sosial media, aku semakin suka jalan-jalan menikmati alam. Sengaja selfie dengan latar belakang pemandangan yang indah. Entah itu pantai, alam pegunungan, suasana hiruk pikuk kota, atau kesunyian pedesaan yang tentram.

Tak jarang aku kemudian mengunggah fotoku di media sosial.  Ah, terasa senang bisa menunjukkan keindahan alam kepada teman dunia maya. Bukan pamer, tapi ada kepuasan batin bisa menunjukkan bahwa betapa ciptaan Tuhan tiada tandingan. Subhanallah...

Selain itu, siapa tahu ada teman dunia maya dari daerah nun jauh yang tertarik dengan indahnya PAI atau Guci, lalu mengunjunginya. Ya, itung-itung promosi daerah sendiri.

Bagiku, menikmati keindahan ciptaan Allah makin mendekatkan diri pada-Nya. Membangun kesadaran betapa hebatnya Sang Pencipta. Dan sebaik-baik mencintai keindahan ketika keindahan itu mampu menumbuhkan kesadaran akan keagungan Tuhan. Menumbuhkan dan menambah keimanan.

Sebenarnya, di diri kita juga ada jiwa, yang menyimpan keindahan tanpa jeda waktu. Alangkah baiknya jika jiwa kita mampu memancarkan keindahan dan kesejukan bagi manusia lainnya. Entah itu dengan perkataan, perbuatan, maupun sikap yang baik dan bijak. Laksana indahnya alam pegunungan yang mampu menghadirkan kenyamanan dan kebahagiaan bagi yang melihatnya. Bukan begitu?  ***

Komentar

  1. Aku juga suka lauutt..terahir main main di pantai, 5 tahun yang lalu..hiks sudah lama..rindu laut 😍😍

    BalasHapus
  2. Sini sini main tempatkuuu deket banget ma pantai mbak2 ehee keren cerminan diri bisa melalui alam

    BalasHapus
  3. Pantai sangat menyenangkan, sambil bermain kano kita bisa melihat indahnya langit, di sanalah kita bersyukur atas karuniaNya yang selama ini kita nikmati

    BalasHapus
  4. MasyaAllah 😍😍😍 jadi pengin liburan

    BalasHapus
  5. Wah sudah lama sekali aku ga liat PAI😉

    BalasHapus
  6. Jadi pengen santai di pantai 🏖🏝

    BalasHapus
  7. Wah..orang Tegal tho..kakak ipar ku juga orang Tegal lho mbak..

    BalasHapus
  8. Wah mantab kak.. kangen ke pantai, di Magelang gak ada pantai, adanya gunung yang banyak...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silakan Simak Ini Saudaraku

Tentang Bayangmu