Dari Puisi Aku Mengenalmu
"Mbak, aku suka banget kalau buka beranda di medsos dan menemukan puisimu. Mbaperi. Selalu bisa membawa pembacanya seolah mengalami sendiri, apalagi kalau puisi tentang cinta... hmmm, berasa banget. Kadang ikut bahagia, kadang juga ikut sedih. Kenapa tidak bikin buku saja dari kumpulan puisi-puisimu mbak, biar yang lain juga bisa menikmati."
Itulah celoteh teman mayaku panjang lebar ketika tidak sengaja kami bertemu di sebuah pusat perbelanjaan.
Jujur saja bukan hanya kali ini ada temen yang menyarankan begitu. Hanya aku masih belum percaya diri. Sungguh.
Aku juga tidak tahu mengapa suka sekali menulis puisi, atau sekadar nulis-nulis pendek, tentang segala hal. Terutama tentang aku dan lingkunganku.
Awal aku suka menulis puisi itu dari keisengan membuka-buka buku harian kakakku. Dulu sekali, saat aku masih remaja.
Aku sangat menikmati tulisan-tulisan beliau. Singkat, penuh warna, hingga kadang aku berkhayal sendiri.
Kesukaanku pada puisi semakin bertambah ketika aku mengenal seorang laki-laki yang juga punya hobi menulis puisi. Dari awal perkenalan, dia selalu mengirim puisi. Tak pernah seharipun terlewat dari lembaran-lembaran puisi. Entah itu tentang cinta, rindu dan sayang. Terkadang juga tentang luka.
Dari dia aku belajar tentang menulis, merangkai kata agar menjadi semakin indah. Dari dia pula aku mengenal dunia perbloggeran.
Dia sosok lelaki yang membuat semangatku makin liar dan memotivasi aku untuk berkarya dalam menulis, terutama puisi. Hingga akhirnya aku berhasil masuk komonitas ODOP. ***
Foto: ilustrasi

Kereeenn suka bikin puisi..aku ini gabisa nulis puisi sama sekali...hiks
BalasHapusSemangat mbak, sudah banyak fans berarti memang bagus. Diseriusi jangan rendah diri. Sukses ya.
BalasHapus