Inilah Duniaku yang Lain

KATANYA untuk bisa masuk grup "ODOP" syaratnya harus menyukai dunia tulis-menulis ya? Wah, kebetulan. Aku bukan hanya suka, tapi memang hobi menulis sejak remaja.

Tapi jujur aku biasa bingung menulis kalau disuruh. Makanya saat ada syarat harus menulis sebanyak lima paragraf, whadaaaw..., aku tidak tahu harus memulai dari mana.

Selama ini, aku lebih banyak menulis semacam diary. Idenya bisa muncul kapan saja. Tak kenal waktu. Terkadang pagi, siang, sore, tapi lebih banyak saat malam.

Tidak selalu harus bergantung pada mood hati. Ada kalanya banyak ide ketika hati sedang sedih, tapi tak sedikit juga ketika hati gembira. Yang pasti apa yang terlintas di hati semuanya bisa aku jadikan tulisan. Bahkan tak jarang aku tuangkan dalam bentuk puisi.

Oh iya, aku ingin cerita nih awal mula suka menulis, terutama puisi. Dulu aku suka banget buka-buka buku kakakku yang waktu itu sudah duduk di Sekolah Menengah Atas. Bagian yang paling aku suka adalah halaman belakang, karena di situ bisa menikmati setiap kata coretan indah kakakku.

Biasa aku membacanya sambil berkhayal. Entah itu curahan hatinya atau sekadar penggalan lagu dari penyanyi favoritnya (Maaf ya Kang Hasanudin, dulu aku suka ngintip bukumu). Heehee...

Dari situlah aku akhirnya hobi corat-coret buku (bagian belakang juga). Entah itu cerita sedih ataupun gembira. Kini bahkan menjadi duniaku yang lain.

Dan setiap menulis, aku seperti sedang curhat (curahan hati) pada seseorang. Begitu polos. Begitu mengalir. Ya, aku curhat pada setiap huruf yang aku rangkai menjadi kata-kata itu....

#OneDayOnePost
#ODOPBatch7
#KomunitasODOP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silakan Simak Ini Saudaraku

Tentang Bayangmu