Pasar Tradisional dan Sampahnya
PASAR tradisional adalah sebuah tempat bertemunya penjual dan pembeli secara langsung. Meski sudah banyak mall, pasar modern, dan minimarket, namun keberadaan pasar tradisional tetaplah menjadi idola berbelanja masyarakat, terutama kalangan menengah kebawah. Selain itu, pasar tradisional tetap menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Baik di perkotaan, lebih-lebih daerah pedesaan.
Seperti juga di pasar modern, pasar tradisional juga banyak dijual hasil bumi dan produk masyarakat. Mulai dari sayuran, buah-buahan, bumbu dan peralatan dapur, pakaian, hingga hasil UMKM lainnya.
Pasar tradisional lebih disukai masyarakat khususnya di pedesaan. Apalagi pembeli bisa melakukan penawaran harga. Bayangkan, sudah murah, bisa ditawar lagi. Sesuatu yang tidak ada di pasar modern atau swalayan.
Saat ini, pemerintah menggalakkan renovasi pasar tradisional agar lebih representatif. Istilahnya, tempat modern tapi harga tetap tradisional.
Sayangnya, banyak pasar tradisional kurang memperhatikan tempat pembuangan sampahnya. Bahkan tak sedikit yang terkesan jorok karena banyaknya sampah yang kurang terurus. Belum lagi baunya yang menyengat hidung.
Kalau pun ada tempat pembuangan sampah, masih dalam satu tempat. Tidak ada pemilahan antara sampah basah dan kering.
Sampah basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran. Atau masuk dalam kategori sampah organik karena mudah terurai.
Sementara bahan yang termasuk sampah kering adalah sampah yang kandungan airnya kurang atau tidak. Seperti kertas, kayu dan plastik.
Masalah laun yang timbul adalah saat pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Tak sedikit truk pengangkut sampah menimbulkan kemacetan. Apalagi saat mengangkut sampah yang ada di pinggir jalan.
Kemacetan biasa terjadi bila pengangkutan sampah dilakukan saat jam sibuk. Seperti pagi, atau siang hingga sore hari, saat aktivitas jalan sedang ramai. Terutama di daerah perkotaan.
Ada baiknya jika pengangkutan sampah dilakukan pada jam-jam yang kurang ramai, seperti malam atau bahkan pagi buta. (*)
Ilustrasi: sampah (internet)

Komentar
Posting Komentar