Sumpah dari Kubur


(bagian 3)

Percekcokan ibu Dimas dan ibu Intan kian memanas. Hampir saja terjadi perkelahian bila saja Dimas terlambat datang dan tidak melerainya.

Dimas yang berada di kamar, ternyata mendengar percekcokan ibu dan ibunya Intan. Karena itu, dia pun keluar untuk melerai. Percekcokan keduanya terhenti setelah menyadari siapa yang ada di hadapan mereka.

"Heehh anak bau kencur, dengerin ya. Aku ibunya Intan, tidak sudi jika anakku berhubungan dengan kamu, apapun itu alasannya. Mulai sekarang kamu tidak boleh menemui anakku lagi," bentak ibu Intan sambil berkacak pinggang.

Dimas hanya diam menunduk. Dia tidak berani menatap mata perempuan yang sedang marah itu.

"Dimas, kamu sudah mendengar sendiri perkataan dari ibunya Intan. Jadi mulai sekarang, sudahi hubungan kalian. Kamu masih kecil, baru beranjak remaja, masa depanmu masih panjang. Sebentar lagi kelulusan sekolah, pergilah kamu mencari ilmu," kata ibu Dimas tanpa menghiraukan ibu Intan yang sedang berbicara sendiri.

Tak disangka, Dimas ternyata menolak permintaan ibunya.

"Apa Bu, aku harus putus dengan Intan? Kami saling mencintai Bu, tidak mungkin berpisah, hanya takdir yang dapat memisahkan kami, apapun yang terjadi. Ibu tidak berhak melarang hubungan kami," jawab Dimas sambil tangannya mengguncang-guncang pundak ibunya.

Sang ibu kaget karena anaknya ternyata menentangnya. Bahkan terkesan kasar kepadanya.

Tak menyangka diperlakukan seperti itu oleh anaknya, ibu Dimas pun menangis. Dengan suara parau, dia kembali menasihati Dimas.

"Dimas, apa kamu tidak mendengar apa yang ibu Intan katakan tadi? Dimana harga dirimu?" kata ibu Dimas.

Namun cinta telah membutakan Dimas. Dia tetap bersikukuh untuk bersama Intan, meski tanpa restu orangtua mereka.

Semakin deras air mata ibu Dimas ketika mengingat perlakuan putra bungsunya barusan. Dimas sosok anak laki-laki yang beranjak remaja sudah berani membantahnya dengan sangat jelas.

Hati perempuan paroh baya itu sangat sakit melihat kenyataan yang dihadapi sekarang. Hingga tanpa sadar ibu Dimas mengeluarkan kata-kata yang tak diduga. Bahkan dia bersumpah.

"Sampai matipun aku tidak akan merestui hubunganmu dengan Intan. Demi Allah," ujar ibu Dimas sambil menangis dan berlari masuk ke dalam kamar meninggalkan Dimas dan ibunya Intan yang kaget mendengar sumpah itu. (bersambung)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silakan Simak Ini Saudaraku

Tentang Bayangmu