Syukur Kala Pagi


Embun itu menetes pelan,
jatuh mengecup dingin tanah pada pagi
Bunga-bunga menari,
menebar wewangi

Kubuka jendela kamar
Selalu ada syukur atas semua nikmat-Mu ya Rabb...
Terima kasih atas lelap tidur semalam

Kini mataku kembali membuka
Menikmati segala indah dunia
Nafasku berburu di kerling rongga-rongga 

Aku masih di jendela kamar
Menikmati denyut jantung yang menawarkan harapan
Merasakan aliran darah yang menyuburi setiap ladang kehidupan
Kulit pun peka pada sejuk pagi

Mentari memulai kehidupan bersama senyum
Membawa berjuta asa yang begitu indahnya
Seperti senyummu yang tak terbantah pesonanya.
Sungguh...


Ilustrasi: internet

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silakan Simak Ini Saudaraku

Tentang Bayangmu