Rindu Beku
aku kembali melewati hari tak bersamamu.
tidak seperti beberapa waktu lalu.
saling berangkul..
menatap, lalu... ah...
aku kembali membiarkan angin membelai pepori
dan tidak menularkannya di gerai rambutmu
yang kini entah kemana
barangkali, kenangan ini memang kubiarkan saja pergi
sudah tidak layak diceritakan ulang.
biar menguap bersama embun
tapi kepada siapa kita akan mengakrabi rindu,
ketika waktu tak lagi mencatat kisah-kisah biru.
cuma beku.
seperti bebatu.
seperti keras hati di puncak pilu.
ilustrasi: internet

Duh, temanya kok lagi pada rindu semua ini.
BalasHapusHehe...
HapusHihihi, akhir ODOP, pasti akan merindukan teman2 yaaa
BalasHapusBangeeeet
HapusIkutan rinduu π’
BalasHapusRindu mengebu
HapusPada rindu ridua an kan jadinyaπ
BalasHapusRindu selalu bisa jadi puisi indah dan dalam maknanya
BalasHapusNdak disadari, saling merindukan, padahal nggak janjian
BalasHapusKompakan rindu, padahal nggak janjian
BalasHapusSebenarnya pada rindu sama siapa tho?
BalasHapusRindu untukmu masih tersemat di hati
BalasHapusMeski tak pernah bertemu dan aku tetap setia menati hadirmu
ππ
Salam sesama perindu ππ
Rindu siapakah engkau mbak e hiii
BalasHapus